Pages

Showing posts with label cerita sedih. Show all posts
Showing posts with label cerita sedih. Show all posts

Wednesday, 31 May 2017

Orang Yang Baca Cerita Ini Pasti Nangis , meskipun dibaca 2 kali





NASIB SEORANG ISTRI TINGGAL SATU RUMAH DENGAN MERTUA

Nangis baca ini, 2x baca 2x pula nangisnya, ampun....

Suami Wajib Baca

Lebih baik ngontrak drumah sederhana drpd serumah dengan mertua.Mau ngapa-ngpain aja bebas. Bangun siang, bersih2 rumah kapan aja maunya, cucian kotor piring/baju mau langsung dcuci / dtumpuk dlu gk da yang ngomel, drumah berantakan sama mainan anak sakarepna, masakan gak enak juga gk masalah hihi yang penting happy.

* kisah nyata, cerita ini dari teman facebook, beliau tdk mau disebutkan ***

"Cinta Datang Terlambat 22 november 2015 "

Aku adalah pria dewasa yang kuat, tampan dan mapan menurut penilaian banyak orang. Aku adalah pria yang sopan, yang baik hati menurut mereka. Tapi mungkin mereka tidak pernah tau, ketika seorang diri aku adalah pria yang bodoh, cengeng, rapuh yang hidup penuh kesalahan dan rasa penyesalan.
Aku mencintai istriku menurutku dan juga mencintai anakku. Istriku ku Ami adalah wanita yang baik dan tidak berlebihan menurutku.

Kami tidak pernah ribut, hanya masalah-masalah sepele, seperti aku meletakkan baju kotor sembarangan, menyerakkan rak sepatu, atau ketika sedang badmood dia diam saja aku mintai tolong namun tetap mengerjakannya, atau dia cemberut karena aku melupakan janjiku untuk mengantarnya ke supermarket.
Ahh tapi pernah beberapa tahun yang lalu ketika istriku menabung sedikit demi sedikit uangnya untuk membelikan aku hadiah ulang tahun berupa jam tangan ber merk. Aku malah marah dan tidak mau menerima jam tersebut, alasanku marah padanya adalah karena dia menitipkan uang untuk membeli jam tersebut pada temanku dan bukan nya memberikan uang tersebut langsung padaku. Apa dia tidak tau betapa malunya aku sebagai laki-laki, ketika sampai di toko jam temanku berpura-pura bertanya jam mana yang bagus diantara dua pilihan dengan budged yang diberikan oleh istriku padahal sebenarnya jam itu untukku. Waktu itu aku tidak berpikir sama sekali bahwa istriku hanya berusaha menyenangkanku, berusaha memberikan surprise untukku. Istriku tampak kecewa dengan sikapku.

****
Kehidupan rumah tangga kami, bukanlah pasangan muda yang banyak mendapat harta warisan dari orangtua. Kami merintis dari nol. Bahkan masih hidup bersama kedua orangtuaku. Namun Alhamdullilah selalu meningkat lebih baik hingga akhirnya aku bisa bekerja di perusahaan yang bagus.
Dan aku selalu mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 7 tahun pernikahan kami. Walaupun ada beberapa kali Ami merengek minta dibuatkan rumah, karena sekali-kali ada terjadi cekcok antara Ami dengan ibu atau adik-adikku. Tapi aku tidak pernah sungguh-sungguh memikirkan nya. Bagiku untuk apalah rumah, belum terlalu penting.
Aku adalah anak ketiga dari lima bersaudara dan anak laki-laki satu-satunya. Kakak pertama ku tinggal diluar kota ikut suaminya dan sangat jarang pulang. Adikku yang pertama tinggal sekitar 10km dari rumahku, sudah memiliki dua anak dan lumayan sering tidur dirumah karena suaminya bekerja diluar kota. Adikku yang kedua kuliah di luar kota. Dan adikku yang ke tiga masih duduk dibangku smp. Sementara istriku dia adalah yatim piatu. Dan hanya dua kakak beradik.
Bicara tentang gaji, walaupun telah bekerja di perusahaan ternama gajiku habis hanya untuk membayar hutang di bank, cicilan mobil, membantu sekolah adikku, dan memberi ibuku perbulan, sebagai janjiku karena aku berhasil masuk ke perusahaan tempatku bekerja karena jasa orangtua. Sementara istriku yang menjalankan usaha menjahit, hasilnya hanya cukup untuk biaya makan kami sekeluarga bersama orangtua, biaya internet, listrik, arisan dan lainnya.
Istriku tidak pernah marah karena aku tidak mampu memberikan sebagian uang gajiku kepadanya seperti aku memberikan rutin kepada ibuku.
Tahun terus berlalu, lagi-lagi aku berpikir kehidupan rumah tanggaku tampak berjalan seperti biasanya dan baik-baik saja. Meski mungkin itu menurutku saja karena aku sibuk bekerja dan jarang dirumah. Pernah beberapa kali ketika malam hari sebelum tidur, istriku mengampiriku, bercerita dengan suara pelan sambil meneteskan air mata, mengeluhkan ibuku, ayahku atau adikku. Aku hanya mengusap kepalanya. Meminta untuk bersabar. Meski saat itu sebenarnya aku tidak pernah benar-benar mendengarkan nya, aku berpikir.. ahh biasa bukan masalah besar.
Pernah juga ketika istriku tidak dirumah justru ibukulah yang mengeluhkan ini itu segala macam sifat istriku. Dan memintaku untuk menasehatinya. Aku hanya menjawab ya bu. Akan kukasih tau nanti.
Jadi ketika ada kesempatan untuk bicara, kukatakan pada istriku supaya dia bisa bersikap lebih baik pada orangtua atau adik-adikku. Lalu istriku mulai bercerita dan kembali menangis. Ayah gak di rumah, ayah gak tau gimana ibu, ayah gak tau gimana adik ayah, umi udah gak sanggup yah, umi pengen punya rumah sendiri. Aku hanya mengusap kepalanya. Meminta untuk bersabar.
Jika ku telaah baik-baik aku pun tau istriku berkata apa adanya semua tentang orangtua bahkan adikku. Bagaimana tidak, adikku yang sudah berkeluarga saja sering tidur dan makan dirumah bersama anak-anak bahkan suaminya. Kadang jika akan pulang ke rumahnya dia membawa beras atau yang lainnya juga dari rumah kami. Tentu saja dia memintanya pada ibuku bukan istriku. Padahal bisa dikatakan istriku saja berjuang dengan sangat hemat untuk mencukupi semua kebutuhan kami.
Dan sepertinya istri ku cukup lelah, baik itu secara psikis maupun financial. Uang yang kami punya hanya habis berputar-putar disitu saja. Kami bahkan tidak memiliki tabungan. Belum memiliki rumah. Hanya sebuah mobil yang masih kredit dan ruko kecil tempat istriku membuka usaha. Tapi aku bahkan belum bisa berbuat apapun untuknya.

***
Hingga akhirnya hal buruk itu benar-benar dimulai. Suatu hari, ibuku membuka pembicaraan tentang uang perbulan yang selalu aku berikan. Ibuku bilang “tolong bilang ke istrimu jangan di bahas-bahas lagi tentang uang itu. Karena sekarang ini gak ada lagi orang tua lain yang bisa bantu anaknya masuk kerja ke perusahaan sebagus itu. Kamu itu beruntung ”Bu, Ami gak pernah bilang apa-apa ke Yoga. “kamu mau kasih berapapun gak akan bisa balas apa yang udah orangtua berikan.” Dia gak pernah marah atau iri kok bu. Tapi ibuku trus saja mengucapkan kata-kata lain nya. Istriku yang sedang menyiapkan baju untukku dikamar akhirnya keluar karena mendengar ribut-ribut dan menanyakan ada apa. Ku jelaskan yang disebut ibu pada istriku, semeentara ibu masih terus saja bicara, hingga akhirnya istriku menjawab kalo ibu memang gak sayang dengan nya dan pergi masuk ke kamar meninggalkan aku dan ibu. Saat itu aku sempat berkata pada ibu kalo memang ibu gak suka lagi aku dirumah ini, maka aku akan pergi.
Menjelang siang istriku di jemput teman nya dan pergi bersama Okan keluar. Ketika pulang menjelang sore dan masuk ke kamar, istriku menemukan secarik surat di tempat tidur dari ibu yang berisi. “mulai hari ini saya tidak kenal kamu lagi, saya memang tidak pernah menyayangi kamu dan kamu bukan menantu saya lagi.” Istrikuku memfoto surat kecil itu dan mengirimkan nya padaku lewat bbm. Rasanya pasti seperti di sambar petir di siang bolong. Istriku langsung pergi lagi keluar dari rumah bersama Okan.
Mungkin wanita lain akan kembali ke rumah orangtuanya, tapi istriku mau kemana dia. Kakak nya jauh tinggal di Bandung. Disinipun ikut denganku tidak memiliki teman dekat. Aku sempat menitikkan air mata, namun karena saat itu dikantor sangat bnyak pekerjaan akhirnya masalah itu terlewat begitu saja dipikiranku hingga jam pulang.
Ketika sampai dirumah dan menemukan istriku tidak ada aku menelepon dan menanyakan dia dimana. Aku membujuknya agar mau pulang. “dan malam itu juga kami pun berkumpul, aku, istriku, ibuku, ayahku. Membicarakan titik permasalahan nya. “Ibuku yang memang pertama kali memulai masalah pun tampak nya enggan untuk mengakui.” tentu saja, karena dia pasti tidak akan mau jika harus mengaku salah di depan anak dan menantunya. Sementara itu istri dan ayahku hanya diam saja. “ibuku trus bicara blaaa-blaaa.. ini itu dan banyak yang lain nya untuk semakin memojokkan istriku.
Akhirnya aku bertanya “jadi ibu mau nya apa?” ibuku bilang, dia ingin istriku merubah sifatnya. Ibuku bilang dia tidak akan mau makan, karena ibuku tau selama ini istriku tidak rela, tidak ikhlas. Aku bilang pada ibu, kalau ibu tidak mau makan itu bearti ibu tidak menghargai hasil jerih payahku. Lebih baik aku gak usah tinggal dirumah ini lagi. Ibuku kembali bilang, “bahwa dia gak makan karena istriku tidak rela. Ibuku juga bilang, seharusnya istriku bisa bersikap lebih baik ke adik-adikku. Dan jangan dibahas lagi masalah uang yang aku berikan karena ibuku malu jika orang lain tau. Dan kalau sampai aku pergi meninggalkan rumah ini, ibuku bilang dia tidak akan mau menginjakkan kakinya dirumahku sebagus atau semewah apapun rumahku.
Saat itulah aku melihat istriku meneteskan airmatanya, airmata itu trus saja mengalir tak tertahan lagi olehnya. Meski berusaha menangis tanpa suara, tampak sekali bahwa ia merasa sedih, terpukul, kecewa, tersiksa bercampur menjadi satu. “ayahku yang sedari tadi diam saja, akhirnya buka suara dan bilang kalau dia akan sangat malu jika aku sampai pergi meninggalkan rumah ini.” Aku bilang semua keputusan ada ditangan ibu. Ibu bilang jangan pergi.

***
Aku pikir masalah malam itu pastilah akan terlupakan. Setahun lebih hampir berlalu dan semua akan kembali baik-baik saja. Tapi ternyata aku salah. Istriku berubah menjadi lebih pendiam, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak kami, dia jarang sekali tertawa, bercanda seperti dulu. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang begitu sebagai upaya untuk berusaha menjadi lebih baik.
Istriku tidak pernah lagi merengek minta dibuatkan rumah, tidak pernah minta di antar ke supermarket, arisan, atau mengajak keluar saat weekend. Bahkan jika aku ajak pergi ke kondangan ataupun keluar istriku menjawab, “ayah saja ya umi capek, ayah saja ya umi ngantuk, ayah saja ya umi masih ada kerjaan.” Dan aku pikir memang begitu keadaannnya.
Aku bahkan tidak menyadari jika istriku menjadi lebih kurus, matanya sering sembab karena berusaha menyembunyikan kesedihannya dariku. Suatu hari bahkan anakku Okan pernah berkata, kita kalau mau makan selalu bilang “makan umi, makan oma, makan opa, makan aunty, tapi kok Okan gak pernah denger umi bilang gitu ya yah. Aku tersentak dan tersenyum, umi kan sekarang gak mau bicara kuat-kuat sayang mungkin waktu umi makan lagi gak ada siapa-siapa. Sahutku. Okan pun tersenyum, mengangguk. Tapi aku jadi terpikir dengan kata-kata anakku, selesai makan akupun langsung masuk ke kamar menghampiri istriku yang memang lagi tidak enak badan menanyakan apa ia sudah makan? Mau dibelikan apa? Istriku hanya tersenyum dan menggeleng tidak mau apa-apa katanya. Dia sudah kenyang.

***
Bulan berlalu, kota kami dituruni hujan yang sangat lebat, memang sedang musim hujan sih sebenernya. Tapi hari ini betul-betul lebat bahkan beberapa pohon tua di area perkantoranku sampai tumbang. Aku berusaha menelepon istriku namun tidak di angkat. Akhirnya aku menelpon ke ruko dan menanyakan ke karyawan apakah istriku ada disana, “ada pak, tapi ibu didalam baru datang setengah jam yang lalu sambil basah kuyup pak.” Oh ya sudah kalu gitu. “ada pesan pak?” paling nanti saya mau jemput ibu. Gak perlu dibilang ya mbak, ada surprise soalnya. “oke pak.”

Hari ini perusahanku menang tender, aku pun kelimpahan bonus yang lumayan besar jumlahnya dan pasti bisa digunakan untuk membuat rumah sederhana impian istriku. Lepas jam kantor aku pun bergegas ke ruko ingin berjumpa belahan jiwaku. “ibu masih didalam mbak? masih pak. Aku membuka pintu pelan sekali, karena ingin mengejutkannya. Istriku tampak menidurkan kepalanya di atas tangan di meja. “DAAAAAA.. sahutku memegang pundak istriku, yang ternyata pakaian nya masih basah karena kehujanan tadi. Ya ampun pikirku, hujan sudah berhenti hampir 2 jam yang lalu. Umiii, panggilku sambil membalikkan tubuhnya. Saat itulah aku menyadari sesuatu yang sangat buruk telah terjadi. Wajah istriku sangat pucat dan biru. Tangannnya sangat dingin seperti es. Umiiii jeritku membopongnya membawa ke luar ruangan. Karyawan yang ada diluar pun kaget melihatku. Aku langsung meminta salah satu karyawan menyupir mobil sementara aku menggendong dan berusaha menyadarkan istriku.

Aku tak henti-hentinya menangis, segala pikiran dan bayangan buruk merasuk kedalam pikiranku. Air mataku jatuh tak terhankan membasahi wajah istriku. Aku memeluknya erat, erat sekali. Pejalanan ke rumah sakit ntah kenapa terasa begitu lama. Aku tak tahan lagi. Aku ingin agar istriku segera sadar, aku ingin dia tau kabar gembira yang kubawa, aku ingin dia tau betapa aku mencintainya. Aku ingin dia bahagia. Aku ingin dia tersenyum. Aku tidak indin dia bersedih atau pun menangis lagi. Aku ingin melihat senyumnya yang dulu, ketawanya yang dulu, candaan nya yang dulu. Yang hilang tanpa pernah aku sadari. Umi maafkan ayah mi. Maafkan ayah. Maafkan ayah. Maaafkan ayah umi.. maafkannnnn...
Selama dua jam Aku menunggu dokter menangani istriku. Kenapa lama sekali mbak? tanyaku pada perawat yang keluar dari ruangan. “sabar pak” jawabnya. Ya Allah ya tuhan, aku mohon selamatkan dia Ya Allah. Dialah bidadariku Ya Allah. Aku sangat mencintainya. Bagaimana mungkin aku dan anakku hidup tanpa nya. Tanpa kasih sayang nya. Aku merasa sangat sedih sekali. Belum pernah aku merasa sesedih ini. Tapi bagi istriku mungkin selama ini, seperti inilah hidup yang ia jalani. Namun aku tak pernah mengerti dan merasakannya. Aku tak pernah akan tau betapa ia menderita jika peristiwa ini tidak terjadi. Ya Allah maafkan aku, aku mohon beri aku kesempatan....

***
Maafkan kami pak, nyawa istri bapak tidak tertolong. Istri bapak terserang hipotermia. Sahut dokter dengan wajah sedih. Seketika tubuhku lunglai dan menjadi dingin seperti es. Airmataku jatuh tak tertahankan. Bagaimana mungkin dok? Istri saya hanya kehujanan sebentar saja. Bagaimana mungkin? “Mungkin saja pak, walaupun hanya kehujanan sebentar tapi bisa saja tubuh istri bapak sedang dalam keadaan yang tidak fit, atau perutnya kosong, apalagi istri bapak tidak segera mengganti pakaian nya yang basah setelah kehujanan.

Ya Allah, jeritku... aku tak berhenti menangis, aku tak berhenti memeluknya, tubuh istriku yang telah kaku. Aku menatap lekat wajahnya, wajah itu begitu teduh namun sayu. Amiiii, aku mencintaimu sangat mencintaimu sayang. Maafkan aku yang tak pernah mengerti. Maafkan aku yang tak pernah paham. Tapi mengapa tak engakau beri aku kesempatan? Apa engkau sudah benar-benar lelah? Apa memang sudah tak kuat lagi? Lalu bagaimana dengan aku? Apa kamu pikir aku akan kuat mejalani ini semua? Bagaimana dengan anak kita? Pikiranku kembali ke semua hal yang telah berubah pada istriku setahun belakangan ini. Seandainya saja aku menyadari bahwa semakin hari tubuhnya memang semakin kurus, seandainya saja aku menyadari kata-kata Okan malam itu padaku. Aku menyesali semuanya, semua yang telah terlambat dan tak akan terulang.
Andai waktu dapat diputar, pastilah aku tidak akan membiarkanmu tinggal lama-lama serumah dengan keluargaku. Andai waktu dapat diputar pastilah dengan sungguh-sungguh akan kubangun rumah impianmu sayangku, cintaku, bidadariku. Air mata ini, kesedihan ini, tak akan mampu menghapuskan semua salahku sayang.

*******
Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri hargailah keberadaannya, kasihi dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila ia telah tiada, tidak ada suatu apapun yang dapat lebih baik seperti dirinya.
Bukanlah hal yang salah jika tinggal bersama mertua atau saudara ipar. Tapi pernahkah kamu mendengar pribahasa “yang jauh bau bunga yang dekat bau tahi.” Jadi alangkah lebih baiknya jika kau bina rumah tangga kecilmu dengan tertatih namun berujung nikmat dan bahadiah. Karena didalamnya akan kau temukan begitu banyak kejutan dan cinta.
Keluarga memang penting, ibu, ayah, kakak, adik, tapi jangan sampai karena cinta mu pada mereka engkau melupakan cinta dan tanggung jawab pada istrimu.

#Myqueenshop

Tuesday, 30 May 2017

Sempatkan Waktumu Untuk Keluargamu




INGATLAH KEMATIANMU SANGAT DEKAT DENGANMU MAKA PERGUNAKANLAH WAKTUMU DENGAN SEBAIK-BAIKNYA
Pelajaran utk kita semua " Keluarga di atas semua pekerjaan"...

Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"
Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.
Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.
Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.

lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.
Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Allah Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.
Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
Ya Allah maafkanlah aku..

Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.

Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.

Air mataku tak bisaku bendung lagi.
Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.
Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak..

Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf.. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku..
keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan sekali

Sunday, 28 May 2017

kisah Guru PNS yang tragis dan menyedihkan




GURU PNS YANG KURANG MENDAPAT PERHATIAN DARI PEMERINTAH KISAH MEMILUKAN PENSIUNAN GURU DI AWAL RAMADHAN

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Hari pertama memasuki ramadan terlihat seorang bapak tua terlihat gontai berjalan di jalan aspal saat kondisi hujan.

Berbusana muslim dengan kopyah dan celana hitam kombinasi baju kuning. Tas warna hijau disanggul dengan mantap, entah apa isi di dalamnya.

Tubuhnya mulai rengkuh dimakan usia tetap saja mengayunkan langkah memaksa untuk berjalan.

Dia tertangkap kamera wartawan, saat menyusuri sepanjang jalan dari Arjasa menuju Kecamatan Kalisat Jember.

Ahyat nama panggilan di kampungnya. Dia tinggal sebatangkara di Desa Sumber Dumpyong, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso.

Di KTPnya tertulis Ahyat adalah seorang PNS. Diakuinya kalau sampai dirinya umur 60 melakoni profesi sebagai guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di daerah sekitar.

Kelahiran 1 januari 1945 pada saat masa penjajah sebelum Negara Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Dirinya sudah berjalan sejauh 15 kilometer dengan keringat bercucuran. Lalu lalang kendaraan bermotor tak satupun menawarkan kepadanya untuk sekedar menumpang.

Tatapannya lirih, seakan ada sejuta harapan yang ada dibenaknya. Dia tersenyum menyapa setiap ada sepeda yang melewatinya.

Pahlawan tanpa jasa ini mengaku akan menjemput sisa gaji pensiunnya di Kantor Pos Kalisat.

"Saya mantan pensiunan guru, saya terpaksa jalan kaki. Kalau saya naik ojek, saya tidak punya uang. Gajipun hanya tinggal Rp100.000 saja," ucapnya dengan nada memelas.

Tak bisa dibayangkan, dengan pangkat golongan 2b, apabila gaji untuh akan diterima hampir Rp.3.000.000 perbulan. Kini, di masa tuanya nyaris tak tersisa.

Diceritakan Ahyat, bahwa gajinya tidak bisa diharap karena sebelumnya habis untuk biaya operasi sang istri tercinta, saat mengalami kecelakaan walaupun akhirnya tidak tertolong.

Dia sadar, sebagai seorang guru yang bermodal ijazah Sekolah Rakyat (SR) setara SD yang hanya bisa untuk makan keluarga harus dipotong oleh bank karena sebelumnya telah berhutang .

Masa pensiunan yang seharusnya santai menikmati hari tua seperti teman-teman seangkatan, namun tidak bagi dirinya.

Keadaan berkata lain.  Ahyat harus bekerja keras mencari sampingan sebagai buruh serabutan hanya untuk bertahan hidup mencari pengganjal perut.

"Saya hidup sendiri tanpa istri dan tidak punya anak. Hidup ini memang keras, tetapi badan bapak semakin lama semakin tidak kuat," ujarnya dengan meneteskan air mata.

Hari ini, mungkin rejeki masih belum berpihak kepadanya. Walaupun harus jauh berjuang dengan kondisi berpuasa Kantor Pos Kalisat yang dituju, sudah lebih dulu tutup dengan kondisi terborgol.

Dia terlihat kebingungan, sedangkan uang sepeserpun tak dia pegang.

"Mungkin saya tidur di mushala atau depan emperan toko sana. Sekalian menunggu hari senen. Untuk berbuka cukup air putih di sumur sana," tambahnya dengan air mata berkaca-kaca.

Hanya sebuah harapan besar, gaji 13 bisa turun sebelum hari raya. Yang jumlahnyapun tak seberapa.

Itupun sudah dipersiapkan untuk menutupi hutang di tetangga, yang ia pinjam selama dirinya sakit tak bekerja.

"Seperti inilah nasib mantan guru jaman dulu. Saya hanya punya harapan kepada pemerintah, saya tidak ingin belas kasihan, jangan sampai ada lagi pensiunan seperti saya," harapnya dengan nada terbata-bata.

"Gratiskan betul biaya pendidikan dan kesehatan, berikan penghargaan pada pejuang, karena jasa guru kalian seperti sekarang. Jangan pernah lupakan sejarahmu," tambahnya.

Dari Ahyat kita bisa belajar arti sebuah perjuangan dan ketabahan. Hanya demi uang Rp.100.000 dirinya rela berjalan kaki dan menginap.

Bagi kita yang dicukupkan rejeki, di bulan Ramadhan ini untuk bisa mengucapkan syukur dengan berbagi kepada sesama.

Ternyata, masih banyak orang yang kondisinya jauh di bawah kita.

Donasi Kemanusiaan.
Nama rekening; RAKOMPADAS KOBER PEDULI,
nomor: 1412011984 Bank Jatim.
Konfirmasi transfer ke 081336314389
(cek no telp & rekening di 'tentang halaman' ini.)

Saran Halaman : Komunitas Orang Jawa Timur
Reporter : Imam Khairon
Editor : Hairul Arifin
TAGS # Jember, # berita jember, # kisah pilu pensiunan guru, # Bondowoso, # Pemkab Bondowoso, # Dinas Pendidikan Bondowoso, # Kantor Pos Kalisat, # Pensiunan guru, # Berita Jember,

Sumber : Suara Jatim Pos.com

Monday, 22 May 2017

Cinta yang konyol dan berakhir pertumpanan darah

Ada sebuah kisah kisah nyata pemuda perantauan mencintai gadis perantauan pula.Keduannya berasal dari propinsi yang sama tapi lain kota,dari cewenya berasal dari kota Brebes dan cowoknya berasal dari kota banyumas.

Latar belakang dari keduannya berasal dari keluarga yang kurang mampu ekonominya.
Dari keluarga cewenya status bapak ibunya kurang begitu jelas ,karena dari bapak cewennya mempunyai 2 istri dari istri pertama lahir 7 anak dan dari istri keduannya mempunyai 1anak.Tetapi dari pihak bapaknya masih menafkahi istri pertamanya itu pun kalau ada uang buat istri pertamanya.Jadi kadang dinafkahi kadang juga tidak,karena harus berbagi sama istri keduannya.

Latar belakang dari pihak cowoknya lumayan berada,karena pendidikannya rata-rata SMK,
Ia mempunyai 4 saudara .Dari salah satu saudaranya bisa kuliah sampai S1.Dan ketiganya lulusan SMK.Pekerjaan orang tuannya semuanya petani .Dari keluarga ini mempunyai andalan ekonominya adalah memelihara sapi potong yang siap jual pada hari idul adha.

Keduannya mulai menjalin hubungan cintanya sejak tahun 2012,mereka saling mencintai.
Hal yang membuat cowok ini mencintai cewe ini adalah sikapnya yang periang,mudah bergaul,manis dan juga cantik.Terus yang mendasari cewe ini suka sama cowok ini adalah mukanya yang tampan dan pekerja keras .

Mereka berpacaran kurang lebih 4 tahun lamanya.Sekitar mau menginjak satu tahun berpacaran  mereka sangat bahagia dan tak ada masalah.Banyak kenangan dari mereka yang di bangun di kota Jakarta ini.

Setelah ini,dari cowoknya ada saatnya pulang kampung untuk minta restu dari orang tuannya karena cowok ini sangat yakin pilihannya ini yang terbaik.Setelah tiba di kampung halamannya si cowok ini minta ijin untuk menikahi cewenya yang berasal dari kota brebes.
Namun apa hasilnya cowok ini tidak mendapatkan persetujuan dari orang tuannya.Dengan alasan orang brebes mahal,banyak mintanya katanya.

Setelah beberapa hari kemudian cowok ini mulai pulang ke Jakarta kembali dengan hasil yang kurang memuaskan.Tapi cowok ini tidak jujur sama si cewe ini dan tetap menyembunyikannya.Dengan harap lain kali cowok ini bisa ngasih kabar gembira pada cewenya yaitu mendapat persetujuan dari orang tuannya di lain waktu.

Tetapi si cewe ini tetap menyambut ke pulangan cowoknya dengan gembira ,karena merasa lama ditjnggalkannya.

Setelah menginjak tahun 2013,hubungan mereka masih tetap harmonis.Dan mereka masih bisa becanda tawa selayaknya pasangan yang bahagia.Dan dari pihak ceweknya meminta kepada cowoknya untuk membeli motor,supaya bisa jalan-jalan bebas ke mana saja dengan cepat dan bisa antar jemput kerja.

Setelah jalan tahun 2014-2015 mereka mulai mendapatkan cobaan yang membuat hubungan mereka renggang yaitu hadirnya pihak ketiga sosok cowok yang bikin cewe inj berpaling.
Setelah itu cewe ini benar-benar nekat menduakan cowok pertamanya dengan alasan bosan dan ingin mencari yang terbaik untuk hhidupnya.

Tidak lama kemudian hubungan cewek ini tercium baunya dengan cowok barunya,dengan rasa curiga cowok ini langsung mengunjungi tempat kost cewenya itu .Ternyata benar dugaan cowok pertamanya cewek ini tega membawa cowok barunya ke dalam kamar kostnya.

Apa yang terjadi cewe ini lagi bersetubuh dengan dengan cowok barunya,langsunglah cowok pertama mendobrak pintu kamar si cewe karena sudah melihat langsung dari celah pintu yang kurang rapat.

Terjadilah perkelahian hebat antara dua cowok itu.Pertumpahan darah tidak bisa di hindarkan semua bahan yang terbuat dari kaca di dalam kamar hancur .

Pokoknya dari cowok pertamanya berhasil memukul mundur cowok barunya.Tapi apa daya si cowok pertama sudah tidak sudi lagi sama cewenya bahkan merasa geli dan jijih.
Beruntung kejadian ini langsung di pisahkan oleh pemilik kost jadi tidak ada korban jiwa.

Setelah kejadian ini cowok pertama mengalami trauma berat,dan berjalannya waktu cowok ini mulai bisa menerima kenyataan.

Penulis ,: Ahmad Zamroni

Saturday, 20 May 2017

Pacaran Selama 6 Tahun Nggak Pernah Buka Chat Pacar ,Sebelum Dilamar Nggak Sengaja Ngliat Chat ini

Pacaran selama 6 tahun,dia percaya banget sama cewenya, jadi dia nggak pernah buka-buka HP ceweknya.Tapi siapa sangka disaat dia mau ngelamar ceweknya ini ,dia baru tau kalau ceweknya diem-diem udah selingkuh selama setahun.

Kisah ini diceritakan oleh seorang cowok yang baru saja patah hati, sebenarnya cowok ini berencana buat ngelamar ceweknya ini, tapi siapa sangka yang dia dapetin malah sakit hati yang tiada tara....

Aku dan cewekku sudah pacaran 6 tahun lebih , selama ini kita nggak pernah liat-liat chatingan masing-masing.

Karena aku percaya sama dia,dia juga percaya sama aku,apalagi aku ngerasa terlalu banyak curiga malah justru bikin sering bertengkar.Jadi aku selalu ngerasa tenang dan mulai mempersiapkan lamaran aku dan pernikahan kami.

Cewekku hampir setiap hari datang ke rumah buat makan bareng dan nonton bareng,dan sebenernya selama ini kita nggak ada masalah apa-apa,ternyata dia udah punya cowok lain selama setahun terakhir ini dan begonya aku nggak menyadarinya.

Hp cewekku nggak ada passwordnya,bahkan chattingan mereka aja nggak dia hapus sama sekali.Kebayang kan seberapa percayanya aku sama dia bahkan dia bisa dengan tenangnya nggak pernah hapus chatnya...

Hari itu dia ketinggalan Hp di rumahku,setelah aku mandi aku ngliat ada orang chat dan keluar di notifnya, isinya udah sampe? aku kangen....

Aku nggak ngerti ini apaan,jadi aku buka chatnya...

Aku terus liat chat sebelumnya ternyata chatnya nggak habis-habis...Semakin liat hatiku semakin ancur,percakapan mereka nggak pernah aku bayangin...Bahkan aku nggak percaya semua ini ditulis sama cewekku....


Paling parah kalau dia lagi ada sama aku dan cowok itu kangen dia , cewek aku bela-belain ke WC cuman buat foto atau kirim video buat cowok itu!cewekku ngomong sama cowok itu kalau cewekku cuman cinta dia.Tapi karena udah terlalu lama pacaran sama aku,mau putus juga nggak segampang itu.

Cewekku mau dia tunggu,cewekku malah bilang kalau hati dan pikirannya semua cuman cinta sama cowok itu!Air mataku mulai mengalir dengan deras dan nggak bisa berenti.Aku dengar suara motor cewekku di depan rumah,aku tau dia balik mau ambil HP.

Aku mau pura-pura nggak kenapa-kenapa  tapi mata aku udah aja merah.Dia buka pintu ,aku masih pegang hp nya dan kasihin ke dia.

Cewekku langsung berlutut dan mulai ngejelasin banyak hal.Dia bilang dia khilaf sesaaaat....khilaf..?!
Aku nggak ngerti kenapa dia tega bikin aku sakit hati kayak gini,kalau dia nggak cinta lagi sama aku,dia bisa bilang,aku pasti kasih dia pergi...

Tapi knapa dia malah tunggu aku sadar sendiri dan lebih sakit kayak gini.

Mereka bahkan udah punya banyak foto dan video bareng dan punya percakapan yang romantisnya keterlaluan..Aku nggak bisa bayangin !Dia nggak pernah ngomong sama aku!

Aku nggak ngerti,aku sepenuh hati mencintai dia,tapi dia malah tuker semua cinta aku sama sakit aku kayak gini!

Aku nggak tau aku salah sama siapa?Apa sama Tuhan?

Atau aku punya utang sama cewekku sampe dia tega ngelakuin semua ini?!

Apa yang dia bilang "khilaf"itu udah buat aku jadi luka seumur hidup yang nggak bisa lagi disembuhin..

Semua janji yang pernah dia bilang,semua kata-kata manis yang pernah dia bilang semuanya jadi duri yang menusuk hatiku sekarang.

Kamu ngebuat seorang cowok sampe jadi kaya anak kecil gini.Kamu seneng sekarang?Udah puas sekarang???


Nggak nyangka yah apa yang dilakuin sama cewek ini.Walaupun menyakitkan, tapi memang bersyukur kalau semua ini terjadi sekarang dan sebelum berjalan lebih jauh lagi ke pernikahan.Kebayang kan kalau kamu udah mengucapkan janji sehidup semati sama dia  baru tau ternyata orangnya kayak gini?

Maka pesan saya berhati-hatilah kalau berpacaran jangan kasih 100% cintamu ke dia ,kalau jatuh pasti sakit banget rasanya.Dan kasih saja 20% untuk yang kamu cintai.Cukup saya saja yang merasakan hal seperti ini.

Saturday, 24 December 2016

hargai setiap detik bersama ibu



RumahCerita.Com : -



Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya._

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.

Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata: “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.
Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.
_‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya ‘orang tua’ yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. ‘Orang tua’ kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. 

Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita._
*_Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapapun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita._*
Pengusaha baja/Pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan.
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat:
“Jadikan orang tuamu Raja, maka rezeki mu seperti Raja”.


Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.
_Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya._
_Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, *“Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu"._*

Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja.
Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.
Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.
_
Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah: mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar._
_Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya._

Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan.
_Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti._
_UANG bisa dicari, ilmu bisa di gali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali._


*SHARE artikel ini ke sahabat atau saudara atau anak-cucu kita ya....!!!