Pages

Showing posts with label cerita menarik. Show all posts
Showing posts with label cerita menarik. Show all posts

Tuesday, 30 May 2017

Sempatkan Waktumu Untuk Keluargamu




INGATLAH KEMATIANMU SANGAT DEKAT DENGANMU MAKA PERGUNAKANLAH WAKTUMU DENGAN SEBAIK-BAIKNYA
Pelajaran utk kita semua " Keluarga di atas semua pekerjaan"...

Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"
Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.
Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.
Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.

lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.
Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Allah Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.
Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
Ya Allah maafkanlah aku..

Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.

Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.

Air mataku tak bisaku bendung lagi.
Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.
Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak..

Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf.. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku..
keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan sekali

Sunday, 28 May 2017

Orang Pertama Sampai ke 30 Pada di Muka Bumi

ORANG PERTAMA DI MUKA BUMI SAMPAI KE 30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.

2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.

3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS.

4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.

5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.

6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS).

7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW.

8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.

9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab RA.

10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA.

11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA.

12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA.

13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat RA.

14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA.

15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA.

16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan adzan: Bilal bin Rabah RA.

17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.

18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary RA.

19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al-Awwam RA.

20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Othman bin Affan RA.

21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA.

22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH.

23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA.

24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan RA.

25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH.

26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA.

27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas Rasulullah SAW : Ali bn Abi Tholib RA.

28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur RH.

29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA.

30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.

✔ Rugilah kalau tak SHARE sebab hanya 1 peluang dakwah yang MUDAH. . . share !!! Sebarkan...

Wallahualam

Semoga bermanfaat dan sekaligus pengingat untuk kita semua ...
Aamiin....

Kejar akhiratmu kurangi urusan duniamu

  
                                              JANGAN MENGEJAR DUNIAMU




Ada seorang kawan datang ke rumah saya dengan mobil barunya.Putih mulusss, keluaran terbaru.Harganya 350 juta dibelinya cash! tanpa kredit,tanpa nyicil,tanpa depe-depean,tanpa asuransi-asuransian.

Anehnya ketika datang dia tidak membahas sama sekali soal mobilnya,beda dengan orang yang biasanya eurofia punya mobil baru,biasanya akan menunjukkan setiap detail lekuk bodynya luar dalam,menjelaskan keunggulan mobilnya,akselerasinyas,irit bensinnya,kedap suaranya dan lain-lain..walaupun barang kreditan pokoknya pamer harus selalu terdepan..

Saya yang penasaran malah bertanya duluan,ketika menuju masjid ke dusun sebelah sengaja saya ambil kuncinya , saya pengen nyoba mobil barunya...

Mmm...empuk,antep nggak goyang,setirannya ringan, kedap suara,gasnya enteng , interior masih bau harum khas mobil baru...

"Ini semua cobaan buat saya mas ...Astagfirullah ..."Kawan saya berkata itu..

Lho! Punya mobil baru kok malah istighfar?

"Allah seperti ngasih bonus dunia ini buat saya,padahal selama ini hanya ngikut aturan Allah.Saya kejar perintahnya,semua saya lakukan ,sholat selalu tepat waktu jamaah di masjid,amalan sunah semua saya lakukan,pokoknya saya ingin Allah ridho pada hidup saya ..dunia ini apalah artinya"lanjutnya..


kisah kaum homoseksual di masa Nabi Luth yang mendapat azab dasri Allah



KISAH NABI LUTH BESERTA UMATNYA YANG INGKAR DAN MEMBANGKANG KEPADA NYAKisah Nabi Luth : Di Azabnya Kaum Gay & Lesbian

Rencana Jahat Iblis & Kisah Sodomi Pertama Di Dunia

Kaum Nabi Luth yaitu kaum Sodom termasuk kaum yang diberi banyak kelebihan,diantaranya adalah suka bergotong royong dan bersatu padu.Mereka biasa pergi kerja bersama-sama,meninggalkan anak dan istri dirumah.

Rupanya iblis tidak menyukai hal itu,berbagai upaya telah dilakukan iblis dan anak buahnya untuk merusak tatanan kaum Luth,namun ternyata belum membuahkan hasil yang memuaskan.Sungguh susah menyesatkan kaum yang suka persatuan.

Namun bukan iblis namanya jika tak punya cara licik.Akhirnya iblis dapat ide.Setiap kaum Luth pulang kerja maka Iblis merusak dan menghancurkan hasil pekerjaan mereka secara sembunyi-sembunyi.

Keesokan harinya kaum Luth bertanya-tanya tentang siapa yang merusak hasil pekerjaan mereka,membuat pekerjaan kemarin jadi sia-sia dan memperlambat produksi.

Masyarakat sangat kesal dengan pelaku pengrusakan yang sering terjadi,maka mereka bersepakat bila si pelaku tertangkap akan dijatuhi hukuman berat.

Pada hari-hari berikutnya Iblis menjelma menjadi seorang anak muda yang manis tampangnya.Ketika kaum Luth pergi bekerja iblis menjalankan aksinya.Ada sekelompok masyarakat yang melihat gerak gerik pemuda manis itu kemudian menyadari bahwa pemuda manis itulah pelakunya.Langsung saja masyarakat berusaha menangkap pemuda itu.Setelah diinterogasi akhirnya anak muda itu mengakui perbuatannya.Masyarakat sepakat akan memberikan hukuman mati kepada pemuda manis jelmaan iblis itu.

Sampai diisini skenario Iblis lancar jaya dan skenario berikutnya telah tersusun rapi.

Nah,masyarakat yang telah memutuskan akan menghukum mati pemuda manis itu,mengurungnya sambil alih-alih ingin mengetahui siapa orang tua dan keluarganya.Pemuda manis itu dijaga secara bergiliran.

Malam itu juga ,ketika telah memasuki waktu tidur,anak manis jelmaan Iblis itu berakting pura-pura menangis dan meratap begitu sedih.Sang Penjaga rupanya kasian melihat hal itu dan bertanya,''Ada apa denganmu...?"

''Ayahku selalu memelukku waktu aku mau tidur'',jawab anak itu

Penjaga itu tidak tega,karena tak ingin melihat anak itu bersedih akhirnya mau tidak mau dia berkata,''Ya sudah,sini saya peluk''.

Ketika sudah dipeluk,anak manis jelmaan Iblis itu melakukan gerakan-gerakan yang membangkitkan nafsu orang tersebut,terus menerus hingga syahwat orang itu menggelora.

Si penjaga telah terpancing dengan nafsu iblis , anak manis jelmaan Iblis itu kemudian mengajarkan kepada orang itu sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh peradaban manusia,yaitu Sodomi.Malam itulah terjadi sodomi pertama kali dalam sejarah manusia.

Pagi harinya ketika bangun,anak muda jelmaan iblis itu sudah tidak ada.Orang itu pun menceritakan apa yang terjadi dengan berapi-api sambil mencontohkannya.Teman-temannya menjadi sangat penasaran dan kemudian mencoba melakukannya.Akhirnya hari demi hari,kerusakan moral menyebar kemana-mana dan menjadi kebiasaan masyarakat.

Iblis adalah yang pertama kali mencontohkannya lalu diteruskan oleh orang yang menggaulinya.Rupanya rencana iblis tidak sampai disitu,ada agenda jahat lain yang harus diwujudkan.

Iblis Merusak Kaum Wanita Negeri Sodom

Kemudian Iblis menjelma menjadi seorang wanita lalu datang mengompori kaum perempuan dengan mengatakan,''Sesungguhnya laki-laki kalian sudah saling suka sama suka ,kalian tidak dibutuhkan lagi.''

''Iya kami telah mengetahuinya'',jawab para wanita itu.

Iblis lalu mengajarkan hal baru kepada kaum wanita itu,sehingga mereka saling mencukupi satu sama lain juga.

Dari umumnya hal itu,sampai akhirnya tanpa rasa malu mereka melakukannya dengan terang-terangan.Bahkan apabila ada musafir dari kota lain,mereka rampok dan tega memperkosa bila mereka suka.

Laki-laki memperkosa laki-laki,wanita dengan wanita...benar-benar kerusakan moral yang parah.

Dakwah Nabi Luth
Alloh SWT mengutus Nabi Luth untuk menyadarkan kaumnya.Puluhan tahun Nabi Luth membimbing dan menyadarkan mereka namun hanya segelintir saja yang sadar,sedang sebagian besar mereka tetap bahkan tambah tak bermoral.

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.(AL A'raf : 80-81)

Ketika mereka merasa tidak nyaman dengan dakwah-dakwah Nabi Luth,mereka memutuskan untuk segera mengusirnya.

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri".(AL A'raf : 82)

Lebih dari itu ,Luth memperingatkan bahwa 'malapetaka akan segera diturunkan jika mereka tidak berhenti dari perbuatan itu' justru ditanggapi dengan tantangan agar kutukan Tuhan ditimpakan kepada diri mereka sendiri,karena mereka tak peduli.

Nabi Luth akhirnya menyadari kalau mereka tidak dapat diberi peringatan atau pengertian lagi.Mereka bagai virus mematikan yang terus menginfeksi sekelilingnya dan tak ada cara lain kecuali dengan mengamputasi mereka alias dimusnahkan.

Nabi Luth as kemudian berdoa kepada Alloh,biasanya yang dia minta adalah petunjuk dan hidayah agar kaumnya sadar kembali ke jalan yang benar.Namun sayangnya kali ini beliau meminta agar kaumnya di azab.Demi tidak menjalarnya virus amoral ke daerah-daerah lainnya ,Nabi Luth sudah rela bila kaumnya dihukum.

Para Tamu Misterius

Alloh SWT yang Maha Kuasa mengabulkan doa Nabi Luth as,DIA mengutus malaikatNya untuk menghukum kaum keras kepala itu.Mula-mula malaikat itu menjelma sebagai laki-laki rupawan.Mereka mengetuk pintu rumah Nabi Luth.Nabi Luth membukakan pintu dan terpesona dengan rupa tampan para tamunya itu.Di satu sisi dia ingin menyambut tamunya dengan penuh keramahtamahan,namun disisi lain dia sangat khawatir akan keselamatan tamunya itu.Karena Nabi Luth tahu benar bagiamana tak bermoralnya kaumnya terlebih lagi bila berjumpa orang tampan.

Nabi Luth berpesan kepada isterinya dan puterinya agar merahasiakan kedatangan tamu-tamu, jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Akan tetapi isteri Nabi Luth yang memang sehaluan dan sependirian dengan penduduk Sadum telah membocorkan berita kedatangan para tamu dan terdengarlah oleh pemuka-pemuka mereka bahwa Luth ada tamu terdiri daripada remaja-remaja yang tampan parasnya dan memiliki tubuh yang sangat menarik bagi para penggemar homoseks.

Terjadilah apa yang dikhuatirkan oleh Nabi Luth. Begitu tersiar dari mulut ke mulut berita kedatangan tamu-tamu remaja tampan di rumah Luth, berdatanglah mereka ke rumahnya untuk melihat para tamunya dan memuaskan nafsunya. Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan mengganggu tamu-tamu yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan .

Mereka diberi nasihat agar meninggalkan adat kebiasaan yang keji itu yang bertentangan dengan fitrah manusia dan kudrat alam di mana Tuhan telah menciptkan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi.
Nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada isteri-isteri mereka dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan seksaan Allah.

Seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth tak dipedulikan ,mereka bahkan mendesak akan mendobrak pintu rumahnya dengan paksa dgn kekerasan kalau pintu tidak di buka dengan sukarela. Merasa bahwa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan arus orang-orang penyerbu dari kaumnya itu yang akan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan berkatalah Nabi Luth secara terus terang kepada para tamunya:

" Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam .Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka , tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalaukan gangguan terhadap tamu-tamuku dirumahku sendiri.

Begitu Nabi Luth selesai mengucapkan keluh-kesahnya , para tamu segera mengenalkan diri kepadanya dan memberi identitasnya, bahwa mereka adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai manusia yang bertamu kepadanya dan bahwa mereka datang ke Sodom untuk melaksanakan tugas menurunkan azab dan siksa atas rakyatnya yang membangkang dan enggan membersihkan masyarakatnya dari segala kemungkaran dan kemaksiat yang keji dan kotor.

Kepada Nabi Luth para malaikat itu menyarankan agar pintu rumahnya dibuka lebar-lebar untuk memberi kesempatan bagi orang -orang yang haus homoseks itu masuk. Namun malangnya ketika pintu dibuka dan para penyerbu menjejakkan kaki untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu. mereka mengusap-usap mata, tetapi ternyata sudah menjadi buta.

Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau balau berbentur antara satu dengan lain berteriak-teriak menanya-nanya gerangan apa yang menjadikan mereka buta dengan mendadak, para tamu jelmaan malaikat berseru kepada Nabi Luth agar meninggalkan segera perkampungan itu bersama keluarganya, karena waktunya telah tiba bagi azab Allah yang akan ditimpakan. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang.

Dimusnahkannya Kaum Sodom

Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang isteri dan dua puterinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan mahupun kekiri sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya.Akan tetapi si isteri yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth berada dibelakang rombongan Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri.

Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua puterinya melewati batas kota Sodom, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya menggoncang kota Sodom, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafiq itu. Getaran itu mendahului suatu gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu api yang menghancurkan dengan serta-merta kota Sodom berserta semua penghuninya .

Demikianlah ayat Allah yang diturunkan untuk menjadi pengajaran dan ibroh bagi hamba-hamba-Nya yang akan datang.

Kisah Nabi Luth Di Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran terdapat pada 85 ayat dalam 12 surah diantaranya surah "Al-Anbiyaa" ayat 74 dan 75 , surah "Asy-Syu'ara" ayat 160 sehingga ayat 175 , surah "Hud" ayat 77 sehingga ayat 83 , surah "Al-Qamar" ayat 33 sehingga 39 dan surah "At-Tahrim" ayat 10...

Adita Warman
Islam itu Baik

Gambar : Republika

kisah Guru PNS yang tragis dan menyedihkan




GURU PNS YANG KURANG MENDAPAT PERHATIAN DARI PEMERINTAH KISAH MEMILUKAN PENSIUNAN GURU DI AWAL RAMADHAN

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Hari pertama memasuki ramadan terlihat seorang bapak tua terlihat gontai berjalan di jalan aspal saat kondisi hujan.

Berbusana muslim dengan kopyah dan celana hitam kombinasi baju kuning. Tas warna hijau disanggul dengan mantap, entah apa isi di dalamnya.

Tubuhnya mulai rengkuh dimakan usia tetap saja mengayunkan langkah memaksa untuk berjalan.

Dia tertangkap kamera wartawan, saat menyusuri sepanjang jalan dari Arjasa menuju Kecamatan Kalisat Jember.

Ahyat nama panggilan di kampungnya. Dia tinggal sebatangkara di Desa Sumber Dumpyong, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso.

Di KTPnya tertulis Ahyat adalah seorang PNS. Diakuinya kalau sampai dirinya umur 60 melakoni profesi sebagai guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di daerah sekitar.

Kelahiran 1 januari 1945 pada saat masa penjajah sebelum Negara Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Dirinya sudah berjalan sejauh 15 kilometer dengan keringat bercucuran. Lalu lalang kendaraan bermotor tak satupun menawarkan kepadanya untuk sekedar menumpang.

Tatapannya lirih, seakan ada sejuta harapan yang ada dibenaknya. Dia tersenyum menyapa setiap ada sepeda yang melewatinya.

Pahlawan tanpa jasa ini mengaku akan menjemput sisa gaji pensiunnya di Kantor Pos Kalisat.

"Saya mantan pensiunan guru, saya terpaksa jalan kaki. Kalau saya naik ojek, saya tidak punya uang. Gajipun hanya tinggal Rp100.000 saja," ucapnya dengan nada memelas.

Tak bisa dibayangkan, dengan pangkat golongan 2b, apabila gaji untuh akan diterima hampir Rp.3.000.000 perbulan. Kini, di masa tuanya nyaris tak tersisa.

Diceritakan Ahyat, bahwa gajinya tidak bisa diharap karena sebelumnya habis untuk biaya operasi sang istri tercinta, saat mengalami kecelakaan walaupun akhirnya tidak tertolong.

Dia sadar, sebagai seorang guru yang bermodal ijazah Sekolah Rakyat (SR) setara SD yang hanya bisa untuk makan keluarga harus dipotong oleh bank karena sebelumnya telah berhutang .

Masa pensiunan yang seharusnya santai menikmati hari tua seperti teman-teman seangkatan, namun tidak bagi dirinya.

Keadaan berkata lain.  Ahyat harus bekerja keras mencari sampingan sebagai buruh serabutan hanya untuk bertahan hidup mencari pengganjal perut.

"Saya hidup sendiri tanpa istri dan tidak punya anak. Hidup ini memang keras, tetapi badan bapak semakin lama semakin tidak kuat," ujarnya dengan meneteskan air mata.

Hari ini, mungkin rejeki masih belum berpihak kepadanya. Walaupun harus jauh berjuang dengan kondisi berpuasa Kantor Pos Kalisat yang dituju, sudah lebih dulu tutup dengan kondisi terborgol.

Dia terlihat kebingungan, sedangkan uang sepeserpun tak dia pegang.

"Mungkin saya tidur di mushala atau depan emperan toko sana. Sekalian menunggu hari senen. Untuk berbuka cukup air putih di sumur sana," tambahnya dengan air mata berkaca-kaca.

Hanya sebuah harapan besar, gaji 13 bisa turun sebelum hari raya. Yang jumlahnyapun tak seberapa.

Itupun sudah dipersiapkan untuk menutupi hutang di tetangga, yang ia pinjam selama dirinya sakit tak bekerja.

"Seperti inilah nasib mantan guru jaman dulu. Saya hanya punya harapan kepada pemerintah, saya tidak ingin belas kasihan, jangan sampai ada lagi pensiunan seperti saya," harapnya dengan nada terbata-bata.

"Gratiskan betul biaya pendidikan dan kesehatan, berikan penghargaan pada pejuang, karena jasa guru kalian seperti sekarang. Jangan pernah lupakan sejarahmu," tambahnya.

Dari Ahyat kita bisa belajar arti sebuah perjuangan dan ketabahan. Hanya demi uang Rp.100.000 dirinya rela berjalan kaki dan menginap.

Bagi kita yang dicukupkan rejeki, di bulan Ramadhan ini untuk bisa mengucapkan syukur dengan berbagi kepada sesama.

Ternyata, masih banyak orang yang kondisinya jauh di bawah kita.

Donasi Kemanusiaan.
Nama rekening; RAKOMPADAS KOBER PEDULI,
nomor: 1412011984 Bank Jatim.
Konfirmasi transfer ke 081336314389
(cek no telp & rekening di 'tentang halaman' ini.)

Saran Halaman : Komunitas Orang Jawa Timur
Reporter : Imam Khairon
Editor : Hairul Arifin
TAGS # Jember, # berita jember, # kisah pilu pensiunan guru, # Bondowoso, # Pemkab Bondowoso, # Dinas Pendidikan Bondowoso, # Kantor Pos Kalisat, # Pensiunan guru, # Berita Jember,

Sumber : Suara Jatim Pos.com

Friday, 23 December 2016

About Alessandro Nesta



RumahCerita.Com : -

Ada perpisahan yang aku sukai dan benci. Mungkin sebagian besar dari kita sering tidak jujur perihal perpisahan. Mengumbar-umbar kalau semua perpisahan semenyakitkan itu. Secara pribadi aku lebih suka untuk berterus terang kalau pada kenyataannya ada perpisahan yang memang aku sukai.

Perpisahan seperti ini adalah perpisahan yang aku harapkan dan aku sambut gembira, perpisahan yang pada dasarnya mampu menciptakan jarak yang lebih jauh bahkan tak terjangkau dengan hal-hal yang memuakkan bagiku. Tentang perpisahan yang dibenci, mungkin semua orang dapat dengan jujur mengakuinya. Sekeras apapun aku melawan, perpisahan semacam ini terkadang harus terjadi.

Dan apa yang membuatnya terasa memuakkan adalah bahwa dalam perpisahan, mau atau tidak mau aku harus menerima kenyataan kalau kebersamaan tidak lagi menjadi yang paling utama. Rasanya kata-kata yang dulu begitu bermakna menjadi sangat hambar, tindakan yang dulu begitu berguna benar-benar membuat rikuh.

Lantas tentang hal ini dunia dan sekelompok orang dengan kalimat-kalimat motivasi yang sering membuatku bertanya mengapa ada begitu banyak orang yang tergugah saat mendengarnya, berusaha meyakinkan kalau ada hal-hal yang tak mau dipisahkan oleh perpisahan – katanya ada semacam ikatan yang tetap mempersatukan. Aku tak menyangkal. Namun sebagai manusia rasanya aku juga membutuhkan hal-hal yang bersifat fisik, bukan melulu emosionil dan spiritual.

Lantas apa yang dia miliki pada awalnya hanya membuatku berprasangka kalau tidak ada yang istimewa tentangnya. Lelaki Italia yang mencari nafkah sebagai pesepakbola. Pesepakbola yang bertugas sebagai defender. Defender yang juga dianugerahi wajah tampan yang membuat banyak perempuan menggilainya.

Pada awalnya aku memang berprasangka, kalau ia tak ubahnya selebriti lapangan hijau dengan kemampuan tak seberapa. Aku pertama kali menyaksikannya merebut bola dari kaki para penyerang saat ia masih membela klub sepakbola tertua di kota Roma.

Namun atas alasan menyelamatkan finansial klub, ia harus merelakan diri untuk ke hengkang ke salah satu sudut kota Milan dan namanya pun seketika menjadi salah satu yang dielu-elukan oleh mereka yang berteriak tanpa henti di jejeran tribun-tribun penonton San Siro.

Katanya ia berhutang segalanya pada pria yang menjadi ayahnya. Pria yang membantunya menghidupi mimpi sebagai bagian dari sejarah Lazio, klub yang menjadi cinta dan pujaan ia dan keluarganya. Aku membayangkan pengorbanan seorang ayah hanya untuk menjamin bahwa anaknya dapat menjalani apa yang ingin dijalani.

Mungkin pada awalnya ia tak ubahnya anak-anak kelas pekerja biasa, bermain sepakbola di jalanan penuh debu khas distrik Cinecitt pada awal tahun delapan puluhan. Umurnya mungkin baru sekitar delapan tahun saat orang pertama yang menyadari kemampuan sepakbolanya yang berada di atas rata-rata mereka yang bermain sepakbola pada jam-jam pulang sekolah menawarkannya untuk bergabung bersama AS Roma.

Sang ayah tentu menolak, layaknya kita yang besar dengan budaya sungkan – ia tetap menyelipkan senyum, membubuhkan ucapan terimakasih namun menegaskan bahwa anaknya akan tumbuh dan besar bersama Lazio. Ah, semacam tamparan yang sakit dan bekasnya tak akan segera menghilang.<p> </p>Aku membayangkan kebanggaannya saat itu.

Sebagai seseorang yang mengagumi suatu klub sepakbola tertentu, rasanya aku hampir tidak dapat mengendalikan diri sendiri saat klub tersebut bertanding di hadapanku. Saat kami menginjak tanah yang sama, saat kami beratapkan langit yang sama. Apalagi ia yang bermain bagi klub yang menurut pengakuannya sudah menjadi bagi hati dan hidupnya.

Entah segirang apa ia saat pertama kali mengenakan jersey Biancocelesti, entah segugup apa ia saat pertama kali dikerumuni oleh ribuan fans, entah selarut apa ia saat pertama kali menyalahkan diri atas patahnya kaki seorang Paul Gascoigne.<p> </p>Bertahun-tahun menjalin rangkaian sejarah bersama apa yang dicintainya – sedikit-banyak tentu memberikannya rasa aman.

Rasa aman yang lama-kelamaan berganti menjadi kenaifan, kenaifan bahwa tidak akan ada satupun hal yang sanggup memisahkannya dengan klub tersebut. Wajar, saat apa yang dilakukannya bagi Lazio juga tidak setengah-tengah. Performanya yang konsisten, kesigapannya dalam mengawal lini belakang tim, pembawaannya yang tenang tanpa banyak bicara – klub seperti apa yang tidak ingin mempertahankan seorang pesepakbola semacam ini.

Pesepakbola papan atas yang popularitasnya terbentuk atas setiap jerih-payahnya di lapangan hijau, bukannya skandal dan kontroversi tanpa makna.<p> </p>Namun setenang apapun langit, terkadang badai itu datang juga. Badai yang mau-tidak mau harus membuatmu terhempas begitu jauh dari apa yang kamu anggap sebagai pusat kehidupanmu, badai sialan yang bernama krisis finansial. Ia adalah salah satu defender terbaik yang dimiliki Italia.

Wajar jika ada begitu banyak klub yang menginginkannya, wajar bila namanya begitu menjual. Menjual pesepakbola sekaliber dia mungkin memang berdampak buruk kepada performa tim. Namun tidak ada yang lebih buruk daripada kebangkrutan sebuah klub. Performa yang buruk dapat dibenahi dengan skuad yang ada, tetapi bagaimana mungkin hal ini dapat dilakukan jika perusahaan sedang mengalami kesulitan finansial?

Mungkin atas dasar pemikiran seperti inilah mereka rela menjual salah satu pria terbaik yang mereka miliki.<p> </p>Mudah saja bagi sebuah klub untuk kehilangan pemain. Ungkapan kehilangan, kesedihan dan iming-iming tidak akan melupakan mereka yang pergi adalah omongan manis belaka. Selama klub dapat memberikan pundi-pundi uang, selama klub dapat menafkahi mereka yang bekerja di dalamnya, selama klub menarik minat banyak sponsor raksasa – semuanya akan baik-baik saja.

Mereka akan segera menemukan pengganti pemain yang pergi dan bila beruntung mendapatkan gelar juara, pemain baru itu akan disebut-sebut sebagai pahlawan atau paling tidak dilabeli dengan julukan “next” yang diakhiri dengan nama pemain yang telah meninggalkan klub dan kebetulan memiliki peran sama. Bukannya mengumbar sarkasme, tetapi dewasa ini sepakbola adalah tambang emas bagi jajaran manejerial klub.

Mungkin yang menganggapnya sebagai bentuk dari sebuah romantisme hanyalah kita para fans dan sejumlah pesepakbola atau pelatih saja.<p> </p>Sang defender ulung ini mungkin serupa kita. Tak hanya memuaskan hasrat berlarian dari satu lapangan ke lapangan lain, tetapi juga meyakini sepakbola sebagai bentuk romantisme terbaik yang pantas dihidupi. Tak hanya mendulang kekayaan, tetapi juga mendulang kebahagiaan sebagai manusia dan pesepakbola.

Tak hanya melihat kerumunan mereka yang menganggapnya sebagai idola, tetapi juga melihat loyalitas dan cinta yang tak pernah kalah oleh situasi apapun. Namun seindah dan semegah apapun itu, pada akhirnya ia memang harus pergi.<p> </p>Seingatku, laga derby mereka pada tanggal 10 Maret 2002 adalah salah satu laga terburuknya.

Sebuah laga yang mempertontonkan superioritas sang pesawat kecil, Vincenzo Montella. Waktu itu ia seolah-olah dapat mencetak gol kapanpun ia mau. Sekitar satu minggu pasca kemenangan Roma kala itu, aku mulai memaklumi kekalahan Lazio berikut buruknya performa sang defender. Jadi, bayangkan saja kalau kalian harus menjalani laga sarat emosi seperti itu.

Laga yang berarti pertaruhan harga diri, laga yang mengharuskan siapapun untuk memberikan yang terbaik. Aku percaya kalau ia memahami betul hal-hal semacam ini. Namun di satu sisi, ia juga menjadi pihak yang dipertaruhkan demi menyelamatkan keuangan klub. Masa depannya sebagai pesepakbola dipertaruhkan. Bagaimana tidak? Di klub ini ia mendapatkan segalanya yang ia butuhkan.

Dan bukan hanya masa depan sebagai pesepakbola, kemanusiaannya sebagai pesepakbola pun ikut dipertaruhkan. Coba bayangkan bagaimana rasanya saat harus menjalani laga demi laga bersama klub yang tidak ia cintai. Rasanya seperti kita yang menjalani pekerjaan yang tak kita sukai atas dasar kebutuhan materi belaka. Aku tidak tahu pasti, tetapi jika aku dapat menggantikannya waktu itu – mungkin yang ada di pikiranku hanyalah perpisahan yang memuakkan.

Perpisahan yang aku benci, perpisahan yang berarti akhir dari apa yang aku yakini sebagai sepakbolaku.<p> </p>Aku paham rasanya saat ia berdiri di balkon sambil melambai-lambaikan jersey, mengacungkan tinju ke udara dengan iringan chants kebanggaan klub, melemparkan senyum palsu kepada mereka yang berteriak-teriak di bawah yang menganggapmu sebagai pahlawan baru.

Secara kasat mata mungkin pesta penyambutan ini memang melenakan, tetapi saat kamu sadar bahwa kamu hanyalah seonggok boneka yang harus berpura-pura – sanjungan semacam itu tak ubahnya siksaan batin. Terlebih lagi luka akibat perpisahan tidak serta-merta dapat disembuhkan dengan elu-elu semacam itu, kekosongan karena perpisahan tidak langsung dapat terisi dengan hal-hal baru sebesar apapun itu.

Namun pada dasarnya, sepakbola hanya memberikanmu kesempatan selama sembilan puluh menit untuk mengalahkan lawan – dan tampaknya tidak ada waktu untuk berlarut-larut dalam perasaan manusiawi semacam itu.<p> </p>Tahun-tahun pertamanya di Milan terbilang sukses. UEFA Champions League, Coppa Italia, European Super Cup dan Scudetto adalah sejumlah gelar yang berhasil dikantonginya bersama Milan. Mungkin di era itu orang-orang memuja Andriy Shevchenko, Pippo Inzaghi, Rui Costa ataupun Ricardo Kaka sebagai pahlawan yang kerap memberikan kemenangan bagi Milan.

Namun ia ada di sana. Bersanding bersama Paolo Maldini, Jap Stam dan Cafu mengamankan barisan pertahanan Milan. Bukan hanya sekadar pengamanan, lini belakang Milan kala itu juga diakui sebagai lini belakang terbaik yang pernah ada di Italia. Lini belakang yang membuat Milan hanya kebobolan dua puluh empat gol di sepanjang musim.<p> </p>Waktu itu akhir dari bulan Oktober 2009.

Milan sudah ketinggalan 1-0 dari tim tuan rumah Chievo di Stadion Marc Antonio Bentegodi, di hadapan dua puluh ribu fans lokal mereka. Seingatku, tidak sampai menit ke sepuluh gawang Milan yang dikawal oleh Nelson Dida sudah kebobolan. Di babak kedua pun Milan tampak melakukan segalanya untuk mencetak gol. Namun apa daya, penjaga gawang Chievo saat itu - Stefano Sorrentino juga tak rela gawangnya dibobol oleh anak-anak asuh Leonardo.

Dalam formasi 4-2-1-3 waktu itu, Leonardo benar-benar memaksimalkan peranan defender yang satu ini dengan tujuan untuk mengantisipasi agar kaki lelah seorang Andrea Pirlo tidak mengacaukan segalanya di lini tengah. Wajar mengingat peranan vital Pirlo saat itu, di setiap pertandingan tampaknya ia selalu menjadi yang paling lelah. Namun entah di menit ke berapa, yang pasti aku mengingat bahwa Thiago Silva terjatuh saat berusaha mengacaukan pergerakan Sergio Pellissier.

Dan di menit-menit inilah aku menyaksikan bagaimana keindahan seni defending yang kerap ia usung. Di saat pemain lain tampak pasrah dan tak tahu harus berbuat apa, ia tampil sebagai pesepakbola yang tidak menyerah begitu saja. Berlari sendirian mengejar Sergio Pellissier, memberikan tackle dengan akurasi tinggi dan menyelamatkan gawang Nelson Dida. Gawan Milan selamat, diselamatkan oleh seorang pesepakbola gaek berusia tiga puluh tiga tahun.

Bukan hanya mengamankan gawang, di menit delapan puluhan sundulannya yang memanfaatkan tendangan Boriello yang hanya menyentuh mistar gawang menyelamatkan Milan dari kekalahan. Dan pada injury time, bola sundulan dari kepala yang sama membawa Milan kepada kemenangan atas tim tuan rumah.<p> </p>Buatku pribadi, menikmati sepakbola Italia berarti menikmati aksi defender papan atas.

Bukannya menganggap gol dan posisi lain tidak penting, namun sejak dulu menahan nafas saat para defender melakukan aksi penyelamatannya seolah-olah menjadi adiksi tersendiri. Adalah benar bahwa aku tetap mengharapkan gol-gol indah tercipta, penonton sepakbola mana yang tidak mengharapkan hal ini - namun saat aku menyaksikan mereka menarik jersey dan menyikut pemain lawan demi mematahkan setiap peluang, rasanya seperti ada orgasme aneh nan abstrak.

Bersikaplah dewasa, tak ada hal lain yang mau kalian ingat saat sedang berorgasme – semacam kenikmatan dengan elegansi yang menjadi milik kalian sendiri. Pesepakbola ini pun termasuk ke dalamnya, sebagian besar aksinya di lini belakang sanggup membuatku lupa kalau menang-kalahnya sebuah tim ditentukan oleh banyaknya gol.<p> </p>Aku berharap dia tetap bersama Milan, bersepakbola di liga yang menjadi kesayanganku sejak kecil. Sekonyol apapun itu, rasanya aku tidak rela kalau ia harus bermain di liga lain.

Namun badai yang sepuluh tahun lalu harus membuatnya hengkang dari kehidupan klub yang dicintainya kembali mengamuk. Memorak-porandakan raksasa sepakbola Italia. Memang ada banyak rumor terkait soal kepindahannya. Keuangan klub yang morat-marit, ketidakharmonisan dengan pelatih, keputusan untuk gantung sepatu – apapun itu pada akhirnya ia harus kembali berhadapan dengan perpisahan.

Perpisahan dengan apa yang sudah bisa dicintainya selama sepuluh tahun terakhir – mungkin tidak sebesar cinta pertamanya, namun selama sepuluh tahun ia tidak hanya memberikan keringat dan kekuatan ototnya – tetapi juga otak, hati dan gairah. Perpisahan kali ini benar-benar berbeda.

Perpisahan yang membuatnya harus terbang ke benua lain, perpisahan yang membuat aksinya begitu dirindukan oleh mereka yang memuja art of defending di tengah-tengah sepakbola Italia yang sudah tak seperti dulu lagi.<p> </p>Beberapa hari terakhir aku membaca wawancaranya. Wawancara tentang keputusannya untuk gantung sepatu di akhir musim ini. Aku mereka-reka akan sekehilangan apa dunia sepakbola saat ia benar-benar pensiun.

Kalau boleh jujur, aku pun tidak habis pikir tentang perjalanan karirnya. Memutuskan untuk hidup dan besar bersama sepakbola dengan alasan cinta dan loyalitas, melakoni laga demi laga dengan tidak setengah-setengah, bersusah payah sembuh dari cidera berkepanjangan dan tampil kembali dengan kualitas yang tak kalah oleh umur – pada akhirnya perpisahan demi perpisahan adalah hal yang kerap harus ia hadapi, perpisahan dengan hal-hal yang memang begitu dicintainya.<p> </p>Jadi aku membayangkan akhir musim nanti. Tidak akan ada pesta perpisahan. Laga terakhir, standing ovation, ucapan terima kasih, jamuan makan, pemutaran video – semuanya memang berwujud semarak pesta.

Kemeriahan sebagai wujud dari cinta mereka kepada defender ini. Namun di balik segala hingar-bingar itu, semunya tentang kehilangan. Tentang kesenduan dari mereka yang memuja kekokohan pesepakbola ini, yang pada kenyataannya sudah mulai merebak beberapa hari terakhir. Ada banyak pesepakbola hebat di dunia ini, tetapi mungkin dia menjadi salah satu dari sedikit pesepakbola yang akan ditangisi banyak orang – tak perduli fans manapun – saat benar-benar pergi dari dunia yang membesarkan namanya ini. Walaupun ceritanya bersama sepakbola belum sepenuhnya berakhir, namun tetap saja akan ada kekosongan saat namanya tidak lagi tercatat sebagai pesepakbola. Namanya jelas akan tercatat sebagai legenda.

Di saat ia merindukan merumput sebagai seorang pesepakbola mungkin ia dan teman-temannya sesama veteran akan menjalani sejumlah laga atas nama amal dan persahabatan. Dan seandainya diberi kesempatan untuk menyaksikan laga semacam itu bersama siapapun yang nantinya akan aku sebut anak, aku akan menjelaskan bahwa pesepakbola gaek yang kerap mematahkan berbagai peluang emas yang ternyata juga dianugerahi senyuman manis yang meneduhkan itu bernama Alessandro Nesta.<p> </p><p> </p>
Ditulis oleh : Marini Anggitya